Jumat, 05 Februari 2010

MATERI KELAS 3

BAB I
APRESIASI KARYA SENI RUPA 1

Dahulu, ketika kita mendengar kata atau istilah Seni Rupa yang terbayang dalam benak kita adalah aktifitas menggambar. Padahal, kenyataannya lebih dari sekedar aktifitas menggambar jika dilihat dari keragaman bentuk, tema dan teknik pembuatannya.

Unsur-unsur pendukung seni rupa dapat berupa:
1. Garis
2. Warna
3. Bentuk
4. Tekstur
Unsur-unsur tersebutlah yang kemudian diolah melalui gagasan kreatif seniman dan kemampuan teknik dengan mempertimbangkan Prinsip-prinsip Seni.

Prinsip Seni meliputi:
1. Keseimbangan
2. Keselarasan
3. Kesatuan
4. Kontras
5. Irama
6. Pusat Perhatian dan
7. Kesungguhan dalam menyelaraskan karya.

A. Beragam Karya Seni Murni Daerah
Kalian pasti ingat pengertian Karya seni bila ditinjau dari bentuknya, karya seni jika ditinjau dari bentuknya terdiri dari karya 2 dimensi dan 3 dimensi.

1. Pengertian Karya seni jika ditinjau dari bentuknya:
a. Karya 2 Dimensi adalah: Karya seni yang memiliki ukuran panjang dan lebar.
b. Karya 3 dimensi adalah: Karya seni yang memiliki ukuran panjang, lebar dan tinggi/volume atau kedalaman.

2. Pengertian Karya seni ditinjau dari sifatnya:
a. Karya seni murni adalah: Karya seni yang diciptakan hanya untuk kepuasan batin sipelukis.
b. Karya seni terapan adalah: Karya seni yang diciptakan dengan tujuan untuk diperjual belikan kepada konsumen.

Jika kamu pehatikan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Perbedaan dalam kondisi geografis, social, ekonomi dan budaya telah menciptakan karya seni daerah yang khas. Dengan demikian kita dapat dengan mudah melihat darimana karya seni tersebut berasal dengan memperhatikan ciri-ciri khas yang terdapat di dalamnya. Berikut ini adalah contoh seni daerah yang berasal dari suku dayak.

1. Seni Pahat Patung Dayak
Salah satu patung khas dari suku dayak adalah patung blontang.
Ciri-ciri dari patung ini adalah:
- Terbuat dari kayu ulin
- Tinggi 4-5 meter
- Berwujud manusia
Patung Blontang dibuat sebagai batu nisan bagi keluarga suku dayak yang sudah meninggal. Patung tersebut dibuat dengan tujuan untuk mengantar arwah yang meninggal.

Patung Dewa Dewi
Ciri-ciri dari patung dewa dewi
- menggunakan motif dan ornament unsur-unsur alam, seperti manusia, tanaman dan hewan. Salah satu motif yang terkenal adalah motif burung enggang.

2. Seni Arsitektur Khas Bali
Arsitektur bali bukanlah sekedar arsitektur bangunan biasa. Didalam arsitektur bali terkandung konsep-konsep dasar yang mempengaruhi cara penyusunan bangunannya.
Konsep-konsep tersebut meliputi:
a. Konsep ruang atau Tri Loka dan Tri Angga.
b. Konsep orientasi kosmologis atau Nawa Sanga dan Sang Mandala.
c. Konsep Keseimbangan Kosmologis atau Manik Ring Cucupu
d. Konsep Proporsi dan Skala Manusia.
e. Konsep Court, Open Air.
f. Konsep Kejujuran bahan bangunan.

Konsep Tri Loka atau Tri Angga merupakan konsep ruang yang membagi arsitektur tradisional bali dalam 3 bagian, seperti:
- Bagian ruang utama yang memiliki kedudukan tinggi (kepala)
- Bagian Madya (tengah)
- Bagian Nista (terletak dibawah)

Dalam arsitektur khas bali terdapat ruang pemujaan yang terletak dibagian utara dan timur bagunan, tempat pemujaan tersebut disebut Pemerajaan.
Pembagian ruangan dalam arsitektur khas bali seringkali dikaitkan dengan unsure mistis. Senagai contoh adalah tembok pemisah yang terdapat didekat pintu masuk bangunan. Tembok pemisah tersebut berfungsi sebagai penghalang agar pengaruh jahat tidak masuk kedalam rumah. Tembok pemisah tersebut disebut aling-aling.

Beberapa contoh motif ukiran khas bali adalah:
- Manusia dalam pose tangan berdoa menangkup satu sama lain.
- Motif dewa-dewi dalam ajaran Hindu.
- Motif bung-bunga khas bali seperti kembang sepatu, jepun, tanjung dan kembang kertas.
- Sulur-sulur pohon merambat.

Sikap Apresiasi terhadap Keunikan Gagasan dan Teknik Seni Rupa.
Pengertian Apresiasi adalah: Kemampuan seseorang dalam menilai, memahami, menghayati tanpa kehilangan rasa simpati kita terhadap karya seni itu.

Tahapan seseorang melakukan Apresiasi terhadap sebuah karya seni adalah sebagai berikut:
Pengamatan
Pada tahap ini, apresiator dapat langsung berinteraksi dengan obyek melalui indra penglihatan.
Penghayatan
Apresiator mulai memahami nilai-nilai estetis didalam obyek tersebut sehingga ia merasakan telah menyatu didalam karya tersebut.
Evaluasi
Apresiator telah dapat menilai bobot estetika ,elalui kritik, baik lisan maupun tulisan.
Apresiasi
Apresiasi adalah: Proses penilaian secara total.

Teknik-teknik pada penciptaan Karya seni Rupa.
Ada banyak teknik yang digunakan dalam menciptakan Karya Seni, meliputi
Teknik melukis
Teknik Memahat atau mengukir
Teknik Anyaman
Teknik Menempel
Teknik Susunan
Teknik Butsir
Teknik Cetak/cor
Teknik Celup
Teknik Sungging
Teknik Sablon

Salah satu hasil karya seni lukis daerah yang terkenal karena keindahan dan keunikan tekniknya adalah seni lukis kaca dari Cirebon. Motif yang digunakan untuk seni lukis kaca ini adalah tokoh-tokoh wayang.


BAB II
EKSPRESI DIRI MELALUI KARYA SENI RUPA 1

Unsur-unsur seni rupa terdiri dari:
- Titik
- Garis
- Bidang
- Bentuk
- Tekstur
- Warna

Memilih Unsur Seni Rupa untuk Dikembangkan Menjadi Karya Seni Rupa.
Masing-masing warna memiliki tersendiri;
Merah
Sifat:
- Menggairahkan
- Hangat
- Kuat
- Manusiawi
Efek yang ditimbulkan dari warna merah:
- Agresif
- Menggelisahkan
- Kasar dan Menentang
- Menonjol

Kuning
Sifat:
- Riang
- Bercahaya
- Kuat
- Halus
Efek yang ditimbulkan dari warna kuning;
- Sombong
- Silau
- Sukar di Kombinasi

Hijau
Sifat:
- Tenang
- Gembira
- Nyaman
- Alami
Efek yang ditimbulkan dari warna hijau:
- Umum
- Membosankan

Biru
Sifat:
- Nyaman
- Tenteram
Efek yang ditimbulkan dari warna Biru;
- Dingin

Putih
Sifat:
- Suci
- Agung
- Bersih
Efek yang ditimbulkan dari warna Putih;
- Silau
- Tidak Beremosi

Ungu
Sifat:
- Agung
- Wibawa
Efek yang ditimbulkan dari warna ungu;
- Angkuh

Abu-Abu
Sifat:
- Tertib
- Santai
- Romantis
Efek yang ditimbulkan dari warna Abu-Abu;
- Redup
- Seram
- Membosankan
- Tidak menarik

Jingga
Sifat:
- Gembira
- Akrab
- Ramah
- Kuat
Efek yang ditimbulkan dari warna jingga;
- Keras
- Menyolok
- Mengacaukan

Cokelat
Sifat:
- Kokoh
- Mantap
- Dapat dipercaya
Efek yang ditimbulkan dari warna cokelat;
- Janggal
- Kaku
- Kotor

Ekspresi Diri Melalui Karya Seni Rupa
Ekspresi Diri adalah:

Mencoba untuk mengungkapkan, mencurahkan apa yang kita rasakan, kita inginkan kedalamsuatu bentuk karya seni.

Menggambar adalah:
Memindahkan suatu obyek, bentuk atau benda kebidang datar dengan bantuan garis dan warna.

Melukis adalah:
Memindahkan suatu obyek atau bentuk kebidang datar dengan bantuan garis dan warna denganmempertimbangkanimajinasi, gagasan, daya fantasi, kemampuan teknik atau karakter pencipta, serta melalui proses perenungan atau pengalaman estetika yang dimilikinya.


BAB III
APRESIASI KARYA SENI RUPA 2

Seni selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan setiap seniman selalu ingin menampilkan sesuatu yang baru dan belum ada sebelumnya. Hal ini disebabkan karena seni bersifat: unik, universal, individual, ekspresif dan survival.

Unik berarti: Baru dan lain dari yang lain, baik dalam bentuk, tema, teknik atau media yang dipakai.

Universal berarti: Karena seni dapat dinikmati oleh setiap manusia.

Individual berarti: Setiap seniman memiliki ciri-ciri khusus yang merupakan citra dari dari dirinya.

Ekspresif berarti: Karena seni merupakan curahanide dan perenungan dari pengalaman dan perasaan seniman yang kadang menjadi suatu misteri bagipenikmatnya.

Survival berarti: Karya seni abadi dan dapat dinikmati sepanjang masa.

Mengidentifikasi Karya Seni Rupa Murni Daerah
Keragaman karya seni rupa daerah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya.
Karya seni daerah lainnya yang terkenal adalah seni lukis dari Bali. Ada dua daerah dipulau Bali yang menjadi pusat dari seni lukis Bali. Bahkan kedua daerah tersebut telah memunculkan gaya khas Balinya, Yaitu gaya Batuan dan Gaya Ubud. Seni Lukis Ubud mempunyai motif yang menggambarkan pewayangan seperti Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa merupakan obyek yang banyak dilukis. Hal tersebut berhubungan dengan fungsi seni lukis yang dipakai untuk keperluan adapt, pura dan puri.
Seni lukis menarik lainnya dapat kita temukan didaeah Cirebon. Daerah tersebut mempunyai teknik melukis yang berbeda dengan teknik lukis dari daerah lainnya, yaitu Seni Lukis Kaca (Gass Painting). Lukisan tersebut menggunakan media utama kaca sebagai kanvasnya dan teknik melukisnya pun terbalik (dilukis pada bagian belakan/bawah).

Ragam Tema dan Teknik Dalam Karya Seni Rupa.
Pada zaman purba, tema yang digunakan adalah karya seni yang dapat menghubungkan manusia dengan roh nenek moyang dan kekuatan gaib pada benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan seperti benda-benda persembahan kepada dewa.
Seiring perkembangan peradaban , manusia pun semakin maju jalan pemikirannya. Kemunculan agama sangat mempengaruhi semua aktifitas manusia.
Zaman Hindu dan Budha memberi nuansa tersendiri dalam hal kepercayaan hubungan manusia dengan Sang Pencipta yang diyakini memberi kedamaian dalam kehidupan manusia. Beberapa peninggalan zaman Hindu dan Budha antara lain berupa Candi, Wihara dan Patung budha.
Oleh Karena itu, pada zaman Hindu budha tema yang diangkat dalam penciptaan karya seni adalah hubungan manusia dengan Tuhannya. Dilanjutkan dengan datangnya agama Nasrani dan Islam yang masih mengangkat tema yang sama.
Peninggalan pada zaman setelah kedatangan Nasrani dan Islam antara lain dalam bentuk lukisan kaligrafi, masjid-masjid kuno, gereja-gereja dan arsitektur rumah ibadah. Pada masa itu rumah ibadah dibangun megah, menjulang dan bersifat agung yang memiliki makna simbolik menghormati kebesaran Sang Pencipta.

1. Zaman Prasejarah
Sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia sudah mulai menggoreskan berbagai gambar didinding-dinding gua tempat tinggal mereka. Pada masa kini, kita dapat menjumpai berbagai peninggalan tersebut pada dinding-dinding gua yang kemungkinan pernah mereka tempati.
Mereka membuatlukisan tersebut dari bahan-bahan yang sederhana seperti arang atau kapur. Mereka juga menggunakan warna yang berasal dari tumbuh-tumbuahan yang ditumbuk aatau dikunyah. Obyek yang mereka gambar juga masih berhubungan dengan alam.

2. Zaman Klasik
Pada zaman klasik manusia mulai membuat lukisan dengan meniru bentuk-bentuk yang ada di alam. Gambar yang dihasilkan sangat mirip dengan obyek asli yang dilukis. Pada masa itu, manusia menyadari bahwa berkomunikasi dengan gambar dalam beberapa hal tampak lebih efektif dari pada secara lisan.
Teknik melukis yang berkembang pada masa klasik ini adalah teknik impasto. Teknik ini menggunakancat yang dilapiskan sangat tebal diatas kanvas sehingga goresan yang dihasilkan sangat jelas terlihat. Pelukis yang menggunakan teknik ini adalah Rembrant. Pada era modern, teknik impasto kembali digunakan oleh pelukis Vincent van Gog.

3. Zaman Pertengahan
Pada zaman ini manusia sudah mulai mengenal agama dan religi. Seni lukis pun umumnya dibuat untuk kepentingan keagamaan.

4. Zaman Renaissance
Zaman Renaissance muncul akibat Revolusi dari zaman kegelapan (Gotik) yang pada masa itu menggambarkan kegelapan. Setelah kekalahan bangsa Turki yang menguasai eropa pada masa gotik, para ilmuwan dan budayawan pun banyak yang kembali menempati benua eropa termasuk pelukis dan ilmuwan (scince).
Tokoh-tokoh seniman yang terkenal pada zaman renaissance adalah: Tommasi, Donatello, Leonardi da vinci, Michaelangelo dan Raphael.
Salah satu teknik yang berkembang pada masa Renaissance adalah Trope-l’oel yang menghasilkan karya lukis dengan bagian detail yang nyata sehingga orang yang melihat lukisan itu dapat saja tertipu karena mengira bagian gambar tersebut bukanlah lukisan.
Selain teknik Trope-l’oel, adapula teknik yang manual pada masa Renaissance, yaitu teknik Sfumato Teknik ini dilakukan dengan melapiskan warna-warna yang berdekatan untuk menciptakan efek kedalaman, volume, dan bentuk. Teknik Sfumato sering digunakan Leonardo da Vinci dalam karya lukisannya.

a. Pengertian Aliran Seni Rupa.
Adalah: Corak penampilan karya seniman dalam mengungkapkan ide, perenungan dan pengalaman batin estetikanya yang didalamnya tersirat cirri khas atau citra dari karakter seniman tersebut.

b. Aliran Seni Rupa Nusantara dan Mancanegara
1) Aliran Klasik
Aliran Klasik adalah: Aliran atau gaya seni rupa yang obyeknya dibuat dekoratif dan mendetail, kesan kesulurahan elegan (indah). Tokoh aliran ini adalah: Mariset Boucher, Watteau, dan Ingres.

2) Aliran Neoklasik
Aliran ini merupakan kelanjutan dari Aliran Klasik.
Ciri-ciri aliran ini adalah:
- Terikat pada norma-norma intelektual
- Bentuknya selalu seimbang dan harmonis.
- Batasan-batasan warna bersifat bersih dan statis.
- Raut muka tenang berkesan agung.
- Berisi cerita tentang lingkungan istana.
- Cenderung dilebih-lebihkan.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah: Jaques Louis Davis.

3) Aliran Romantisme
Aliran romantisme merupakan penentang aliran Neoklasik yang cenderung statis, membuat tenang dantak bergerak.
Ciri-ciri aliran Romantisme adalah:
- Temanya tenyang cerita kejadian yang dahsyat cenderung emosional.
- Penuh gerak serta dinamis.
- Warna bersifat kontras dan meriah.
- Pengaturan kompisisi hidup.
- Kedahsyatan melebihi kenyataan.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah: Theodore Gericault, Raden Saleh, Eugene Delacroix, Jean Baptise, Hnry Roussean dan Jean Francois.

4) Aliran Realisme
Alan Realisme adalah: Aliran yang objeknya berupa kenyataan yang ada (real) tentang kehidupan masyarakat, temanya tentang kesedihan, kemiskinan dan bencana.
Aliran ini merupakan penentang aliran neoklasik yang melebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah; Hendra Gunawan, Sudarso, Jeihan, Barli, Gustave Courbet, George Hendrik Breitner, Jean Francois Millet.

5) Aliran Natural
Aliran Natural adalah; Suatu aliran Seni Lukis yang mengambil objek tentang alam.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah; Basuki Abdullah, Abdullah SR, Pirngadi, Rembrandt, Frans Hill, Raden Saleh dan Leonardo da Vinci.

6) Aliran Impresionisme
Aliran Impresionisme adalah; Aliran yang objeknya berupa kesan sesaat.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah; S.Sudjojono, Claude Monet, Edgar Degas, Renoir dan Paul Cezane.

7) Aliran Ekspresionisme
Aliran Ekspresionisme adalah; Aliran yang objeknya merupakan curahan jiwa saat itu.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah; Affandi, Vincent Van Gogh dan Trubus.

8) Aliran Kubisme
Adalah; Suatu aliran seni lukis yang objeknya menggunakan bentuk dasar geometri seperti lingkaran, segi empat, segi tiga dan sebagainya.
Tokoh; Pablo Picasso, Juan Gris, dan George Braque.

9) Aliran Fauvisme
Adalah; Aliran yang objeknya berupa bentuk pipih (dua dimensi)
Tokoh-tokoh aliran ini; Henri Matisse dan Henri Rousseau.

10) Aliran Surealisme
Adalah; Aliran seni rupa yang objeknya nyata, tetapi dilebih-lebihkan sehingga tidak masuk akal.
Tokoh-tokoh aliran ini; Salvador Dali, Ivan, Joan Miro dan Marc Chagal.

11) Aliran Dadaisme
Adalah; Aliran yang objeknya menampilkan suatu yang lucu, naif, menggelikan dan mengandung keindahan kanak-kanak yang murni.

12) Aliran Abstrak
Adalah; Aliran yang objeknya tidak ada di alam ini.

Aliran ABSTRAK ada 2 macam;
Abstrak Geometri
Adalah; Lukisan yang berupa komposisi garis, warna dan bidang-bidang yang tersusun indah.

Abstrak Ekspresif
Adalah; Lukisan yang berupa ungkapan murni dari sentuhan imajinatif.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah; Piet Mandrian, Kandinsky dan Wassily.

13) Aliran Pop Art
Adalah; Lukisan yang memberikan kesan keseluruhan berupa sindiran, karikatural, humor, dan apa adanya.
Tokoh-tokoh aliran ini adalah; Richard Hamilton dan Tom Waselman.


BAB III
PERENCANAAN DAN PENGORGANISASIAN PAMERAN/PERGELARAN


A. Pengertian Pameran/Pergelaran
Dalam arti luas Pameran dan Pergelaran adalah; Suatu kegiatan yang mempertunjukkan sesuatu kepada masyarakat luas agar mendapat tanggapan dan penilaian.

Kata Pameran dan Pergelaran memiliki perbedaan arti;
Pameran; benda yang dipamerkan bersifat Statis atau Diam.
Pergelaran; benda yang dipamerkan/dipertunjukkan bersifat Dinamis atau Bergerak.

B. Jenis-jenis Pameran/Pergelaran
Berdasarkan Jenis Karya ada dua macam;
1. Pameran Homogen
Adalah; Kegiatan yang mempertunjukkan satu jenis karya saja.
2. Pameran Heterogen
Adalah; Kegiatan yang mempertunjukkan berbagai jenis karya atau campuran.

Berdasarkan Jumlah Peserta;
1. Pameran Tunggal
Adalah; Pameran/Pergelaran yang hanya mempertunjukkan karya seorang seniman saja.
2. Pameran Kelompok
Adalah; Pameran/Pergelaran yang mempertunjukkan beberapa karya seniman.

C. Fungsi Pameran
1. Media Ekspresi Diri
2. Media Komunikasi
3. Media Pengembangan Bakat
4. Media Apresiasi

D. Perencanaan dan Pengorganisasian Pameran/Pergelaran
Prinsip-prinsip perencanaan Pameran/Pergelaran meliputi;
1. Planning (perencanaan)
2. Organizing ( Pengorganisasian/pengelolaan/pengaturan)
3. Acting ( Pelaksanaan)
4. Controlling (Pengawasan)

Tahapan-tahapan membuat Perencanaan;
- Menentukan Tema Pameran/Pergelaran
- Membuat Rencana kegiatan.
- Menyusun Program acara pameran/pergelaran.
- Menentukan tempat pergelaran/pameran.
- Menyusun kepanitiaan.
- Menyusun rencana kerja dan jadwal.

Sistematika menyusun perencanaan Tertulis (Proposal)
- Judul Proposal
- Nama Acara
- Dasar, Tujuan dan Tema
- Waktu Pelaksanaan
- Tempat
- Panitia
- Acara
- Anggaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar